Author: Mohd Asri Silahuddin
•11:33 AM
Sepertimana yang kita tahu bahawa Sumatera telah mengalami gempa bumi yang dahsyat. Adakah kita tidak terfikir apakah hikmah di sebalik kejadian itu. Kita sebagai hamba Allah perlu mempercayai qada' dan qadar Ilahi. Segala yang berlaku tidak boleh dipertikaikan. Gempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter menggegarkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggegarkan Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52.

Jika kita selidiki secara mendalam, peristiwa tersebut telah termaktub dalam Al-Quran.

  • Surah Al-Isra' - Ayat 16 (Masa Kejadian: 17:16 minit. Dalam AL-Quran Surah ke-17, ayat ke-16. Surah Al-Isra' merupakan surah yang ke-17) - Waktu Pertama Gempa
  • Surah Al-Isra' - Ayat 58 (Masa Kejadian: 17:58 minit. Dalam AL-Quran Surah ke-17, ayat ke-58. Surah Al-Isra' merupakan surah yang ke-17) - Waktu Kedua Gempa
  • Surah Al-Anfaal - Ayat 52 (Masa Kejadian: 08:52 minit. Dalam AL-Quran Surah ke-8, ayat ke-52. Surah Al-Anfaal merupakan surah yang ke-8) - Waktu Ketiga Gempa
Setelah kita lihat ayat di atas, apakah pengajaran yang dapat kita ambil? Adakah ia kebetulan atau peringatan daripada Allah s.w.t. Waktu kejadian sama dengan surah dan ayat yang terdapat dalam Al-Quran.

  • Maksud Ayat 16 (Surah Al-Isra') : Dan jika Kami hendak membinasakan sesuatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kederhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
  • Maksud Ayat 58 (Surah Al-Isra') : Tiada suatu negeri pun (yang derhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).
  • Maksud Ayat 52 (Surah Al-Anfaal) : (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaannya.
Oleh yang demikian, sama-samalah kita muhasabah diri apa yang telah kita lakukan. Adakah banyak pahala atau dosa makin bertambah. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Pengampun.
This entry was posted on 11:33 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: